Suatu ketika kakak saya memberikan sebuah bungkus merah yang bertuliskan foredi. Saya tanya ini apa? Katanya buat senang-senang sama istri. Foredi itu kepanjangan dari for ejakulasi dini. Nah, khan saya nggak menderita edi? Nggak apa-apa katanya, anggap aja ini semacam obat kuat yang akan membuat malam nanti jadi berkesan buat istri. Lalu saya diajakrkan cara pakai si obat kuat itu. Ternyata cara pakainya dioleskan di seputar si jagoan, lalu dibiarkan saja hingga memang akan terasa panas, tapi itu hal wajar selama menggunakan obat kuat foredi gel. Jadi kita harus mengukur jika ingin berasyikan dengan istri malam hari, kapan waktu yang tepat untuk dioleskan. Ada efek samping nggak? tanya saya. Tidak katanya, selain ketagihan pakai obat kuat foredi ini. Buat si wanita bagaimana? Apa juga akan terasa panas seperti yang dirasakan si pria? Tidak katanya, tapi pasti memang akan “panas” malam nanti. Ya sudah mumpung gratis dan katanya rekomendasi dr. Boykr, ya saya coba saja juga. Kalau harus beli sih ya, pikir 200 kali, lah wong harganya lebih dari 100 ribu. Tapi inilah kesaksian saya yang memakainya. Foredi gel memang nggak cocok buat saya yang nggak edi. Kasihan istri saya, karena malam itu menjadi malam yang terlalu panjang tanpa ujung, yang tidak usai-usai. Rasa bebal yang dialami si jagoan menyebabkan sensitivitas berkurang jauh, dan jadi wajarlah kalau tidak sampai juga si waktu. Jujur saja, malam itu malah berakhir tak menyenangkan. Istri saya capai, dan saya tidak selesai. Ini memang obat kuat, tapi bukan untuk sembarang orang rasanya. Incoming search terms:Foredi gelporedi [...]
